Proyek ini merupakan kolaborasi keempat mereka setelah Munich, Lincoln dan West Side Story. Dan dilansir oleh India Wire, Khusner menganggap proyek Fabelmans sebagai proyek paling mudah.
"Kami menulis tiga hari dalam seminggu, 4 jam sehari, dan kami menyelesaikannya dalam waktu dua bulan," ungkap Khusner saat berbicara tentang keseharian dalam mengerjakan naskah The Fabelsman.
"Itu adalah tercepat yang pernah saya selesaikan. Itu luar biasa. Saya menyukainya."
2. Idenya Didapat Spielberg Sejak Tahun 1999
Meski waktu pengembangan The Fabelmans relatif singkat dan cepat sejak Spielberg dan Khusner menuangkannya di atas kertas, ide film tersebut ternyata sudah ada di benak Spielberg sejak lama.
Menurut The New York Times, Spielberg memiliki ide tersebut sejak tahun 1999.
Baca Juga: 10 Film Marvel Cinematic Universe Terlaris
Baca Juga: 6 Film Box Office Tahun 2022 yang Wajib Kamu Tonton
3. Awalnya Berjudul "I'll Be Home"
Ternyata The Fabelmans juga lebih dari sekadar ide di tahun 1999, dan sebenarnya ada beberapa pengembangan besar yang dilakukan pada proyek tersebut.
Namun, jauh berbeda dengan hasil akhir yang baru saja tayang di bioskop. Menurut artikel NY Times yang sama, Alih-alih The Fabelmans, film itu awalnya berjudul I'll Be Home.
4. Sammy adalah Peran yang Paling Sulit untuk Dilakukan
Gabriel LaBelle berperan sebagai Sammy, karakter yang didasarkan pada Spielberg ketika ia masih kecil, jadi tidak mengherankan jika sutradara menganggap itu adalah peran yang paling sulit.