LABVIRAL.COM - Kobra Cape dianggap sebagai salah satu ular paling berbisa di Afrika karena racunnya mengandung jumlah neurotoksin tertinggi dari semua ular kobra. Tingkat kematian reptil licin ini cukup tinggi.
Hal yang mengerikan bagaimana jika ular itu muncul di ketinggian lebih dari 3.000 meter, tentu menjadi kejutan yang sangat tidak menyenangkan.
Adalah pilot Afrika Selatan Rudolph Erasmus yang baru-baru ini terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah kobra Cape yang mematikan itu tertangkap bersembunyi di bawah kursinya di tengah penerbangan.
Erasmus sedang terbang dengan empat penumpang dari Bloemfontein ke Pretoria dengan Beechcraft Baron 58 di ketinggian 11.000 kaki ketika dia merasakan "sensasi dingin" di tubuhnya. Melihat ke bawah kursi, pilot menemukan ular kobra, yang racunnya dapat membunuh seseorang dalam waktu setengah jam.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengobati Cacar Ular atau Cacar Api
Pilot sendiri berhasil menghindari kepanikan penumpang. Pilot menyatakan dia dan yang lain awalnya mencari ular itu sebelum lepas landas setelah diberi tahu bahwa seekor reptil terlihat di dekat pesawat.
Namun, mereka tidak menemukannya, mereka yakin ular itu telah pergi ke tempat lain, bukan ke pesawat.
Erasmus kemudian menghubungi pejabat melalui radio tentang situasi darurat, setelah itu dia diizinkan mendarat di bandara terdekat.
Dilansir dari Sputnik pada Kamis (6/4/2023) semua penumpang meninggalkan pesawat dengan selamat dan tidak ada yang terluka.
Komisaris Penerbangan Sipil Afrika Selatan Poppy Khoza berterima kasih kepada Erasmus atas "penerbangannya yang luar biasa, yang menyelamatkan semua nyawa di dalamnya."