LABVIRAL.COM - Operasi bariatrik merupakan salah satu prosedur bedah yang bertujuan untuk menurunkan berat badan. Prosedur ini dapat dilakukan dengan cara mengubah bentuk lambung dan usus. Namun, tak semua orang bisa melakukan operasi bariatrik ini.
Namun, siapa sangka meski aman dilakukan, bukan berarti operasi bariatrik ini tidak memiliki efek samping. Risiko efek samping pada operasi ini bisa saja terjadi.
Dengan adanya prosedur yang benar sesuai pengawasan dokter, operasi bariatrik tetap berisiko memiliki efek samping. Jika terdapat efek samping ini, pastikan selalu konsultasi dengan dokter.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Operasi Bariatrik, Prosedur dan Manfaatnya
Baca Juga: Segini Biaya Operasi Bariatrik yang Dijalani Melly Goeslaw, Mahal Nggak Ya?
Efek Samping Operasi Bariatrik
Ilustrasi tindakan operasi yang dilakukan oleh para dokter. (Freepik.com/gpointstudio)
1. Penggumpalan darah
Efek samping operasi bariatrik pertama adalah penggumpalan darah. Para pasien setelah operasi harus menggunakan stoking khusus kaki atau mengonsumsi obat pengencer darah.
2. Infeksi luka
Efek samping operasi bariatrik berikutnya adalah infeksi luka. Biasanya luka bekas operasi bisa terinfeksi saat sedang sembuh. Beberapa tanda-tanda infeksi luka seperti: rasa sakit di dalam atau di sekitar luka kulit merah, panas dan bengkak, dan nanah yang berasal dari luka.
3. Pita lambung terlepas
Efek samping operasi bariatrik ketiga adalah pita lambung terlepas dari tempatnya. Hal ini bisa membuat rasa mual dan maag. Jika rasa sakit setelah operasi tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter
Baca Juga: 5 Fakta Melly Goeslaw Usai Operasi Bariatrik, Hanya Sanggup Makan 1 Sendok Nasi
4. Usus bocor
Efek samping operasi bariatrik yang bisa saja terjadi adalah usus bocor. Beberapa minggu setelah operasi pemotongan lambung, terdapat kemungkinan kecil makanan bisa bocor ke perut.
5. Kekurangan gizi
Efek samping operasi bariatrik yang berikutnya yakni kekurangan gizi. Efek samping satu ini disebabkan operasi bariatrik bisa mempersulit usus untuk menyerap vitamin dan mineral dari makanan. Alhasil, risiko untuk kekurangan gizi bisa terjadi.***