Saat kamu meminum obat-obatan antagonis reseptor H2 ini, maka produksi asam lambung akan dihambat sehingga produksi asam lambung akan menurun.
Sebagai catatan, bahwa ini adalah golongan obat keras, jadi harus menggunakan resep dokter. Selama ini, banyak yang meminum obat-obatan ini tanpa menggunakan resep dokter.
Saat memeriksakan keadaanmu ke dokter, kamu akan diberikan obat antagonis reseptor H2 ketika kamu mengalami gangguan asam lambung kronis seperti adanya tukak lambung atau luka pada lambung.
Baca Juga: Ciri-ciri Maag Kambuh dan Cara Penanganannya yang Tepat
Kondisi sakit lambung lain seperti perdarahan di lambung atau gerd akan mendapatkan obat antagonis reseptor H2 ini karena gejalanya sudah mulai berat dibandingkan gejalanya yang bisa diatasi dengan antasida saja.
“Atau mungkin dari kalian sering mengkonsumsi obat anti nyeri, nah obat anti nyeri efeknya nanti bisa juga mengalami tukak lambung, sehingga untuk penyembuhan tukak lambung akibat obat anti nyeri juga bisa menggunakan antagonis reseptor H2, tapi tetap harus dengan pengawasan dokter,” kata Apt. Agnestasia Widia.
Contoh obat sakit lambung golongan 2 atau kategori antagonis reseptor H2 ini biasanya diberi nama dengan akhiran “idin” seperti Ranitidin, Simetidin atau Famotidin.
Untuk sakit maag atau sakit lambung golongan pompa proton atau proton pump inhibitor, kita akan bahas di artikel selanjutnya ya, Gaes!
SUMBER: Chanel Youtube SB30Health