Anak Alergi Telur? Begini Penjelasannya
Anak Alergi Telur? Begini Penjelasannya
LABVIRAL.COM - Telur kerap menjadi sebab seseorang mengalami alergi. Para ilmuwan di Universitas Kedokteran Kansai telah meneliti anak-anak untuk mempelajari tentang alergi telur, terutama jumlah bakteri usus yang menghasilkan zat yang dikenal sebagai asam butirat.
Asam butyric dikonfirmasi adalah jennis zat yang dapat membantu meningkatkan jumlah sel T regulator, atau sel treg, yang menghambat reaksi imun yang berlebihan.
"Tingkat bakteri pada anak-anak dengan alergi telur adalah sepertiga dari keseluruhan jumlah tes," kata para peneliti dikutip dari The Asahi Shimbun.
Karena itu, anak-anak yang mendapat alergi cenderung memiliki lebih sedikit sel treg dalam darah mereka. Ini memungkinkan mereka akan kesulitan mengendalikan reaksi imun yang ekstrem.
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Baca Juga: Putih Telur dan Kuning Telur, Mana yang Lebih Sehat?
Reaksi alergi juga dapat menyebabkan tubuh menolak zat yang baik, mengakibatkan pusing, ruam dan masalah kesehatan lainnya.
Seorang dosen Pediatrics di Kansai Medical University, Shohei Akagawa mengatakan, bahwa menaikkan jumlah asam butirat atau bakteri untuk menghasilkan zat dalam usus dapat terbukti bermanfaat dalam menyembuhkan alergi makanan.
"Kami akan membangun terapi baru yang dapat dilakukan dengan mengkonsumsi lebih banyak serat makanan, yang memberi makan bakteri penghasil asam butirat," katanya.***
