Kamis, 15 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Anak Buah AHY Bilang Jokowi Harus Klarifikasi, Kalau Tidak Sepertinya Presiden Sengaja Sebar Hoaks

✍️ Zahwa Elia Azzahra 🕒 03 Jun 2023 👁️ 3x dibaca
Politisi Partai Demokrat Benny K Harman (Sumber : Twitter/BennyHarmanID)
Politisi Partai Demokrat Benny K Harman (Sumber : Twitter/BennyHarmanID) Foto: Twitter/BennyHarmanID Twitter/BennyHarmanID

Benny K Harman mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan klarifikasi ihwal isu Partai Demokrat sering ke Istana.

LABVIRAL.COM - Politikus Partai Demokrat Benny K Harman mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan klarifikasi ihwal isu Partai Demokrat sering ke Istana.

Benny mengatakan, apabila Presiden Jokowi tidak mau klarifikasi maka patut diduga telah menyebar berita bohong alias hoaks.

"Presiden Jokowi perlu klarifikasi pernyataannya bahwa Demokrat sering ke istana, tapi maunya "malam hari." Jika tidak ada klarifikasi, Presiden sepertinya dengan sengaja menyebarkan hoaks dan berita bohong ini kepada publik. Apa motif siarkan berita bohong dan hoaks ini?" tulis Benny sebagaimana dikutip Labviral.com dari akun Twitter @BennyHarmanID, Sabtu (3/6/2023).

Baca Juga: Cium Jidat Ganjar Pranowo, Ini Dia Sosok Surono Danu

Dalam postingannya, Benny menautkan tangkap layar judul berita "Soal Pernyataan Jokowi "Demokrat Sering ke Istana, tapi Maunya Malam Hari". Berita itu diterbitkan Ratas.id pada 31 Mei 2023.

Dalam berita dijelaskan bahwa Presiden Jokowi membuat pernyataan bahwa Partai Demokrat sering ke Istana, PKS juga ke Istana, tetapi maunya malam hari.

Pernyataan Jokowi itu diungkapkan saat pertemuan dengan sejumlah pimpinan redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 29 Mei 2023.

Baca Juga: Partai Nasdem Bakal Diserang, Dua Menteri Jadi Target Kriminalisasi, Denny Indrayana Langsung Ingatkan Rezim Jokowi Pakai Hadist

Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefku Harsya tidak menepis bahwa pihaknya pernah bertandang ke Istana Bogor. Namun dia memastikan bahwa pertemuan tersebut terjadi atas undangan Presiden Jokowi dan waktu pertemuannya malam hari.

"Jadi waktu pertemuan yang malam hari itu juga bukan atas permintaan Ketua Umum Partai Demokrat AHY. Namun, sebagaimana sikap Bapak SBY yang menghormati Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara, demikian juga sikap Ketua Umum AHY,” kata Teuku Riefky.

Riefky menyatakan, pertemuan yang dilakukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  dengan Jokowi membahas langkah KSP Moeldoko yang berusaha merebut Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga: Partai Nasdem Bakal Diserang, Dua Menteri Jadi Target Kriminalisasi, Denny Indrayana Langsung Ingatkan Rezim Jokowi Pakai Hadist

"Bapak SBY menjawab bahwa yang paling tepat untuk mendengarkan penjelasan Presiden Joko Widodo adalah Ketua Umum AHY. Singkat kata, AHY diundang untuk hadir di Istana Bogor tanggal 9 Maret 2021 malam hari," ujarnya.***

ZA
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update