Apa Itu Thalasemia, Penyebab dan Cara Mencegahnya?
Thalasemia adalah kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya hemoglobin (Hb) pada sel darah merah. Menurut dr. Yasjudan, bahwa thalasemia merupakan penyakit yang faktor risikonya adalah genetik atau keturunan.
LABVIRAL.COM - Thalasemia adalah kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya hemoglobin (Hb) pada sel darah merah. Menurut dr. Yasjudan, bahwa thalasemia merupakan penyakit yang faktor risikonya adalah genetik atau keturunan. Artinya kondisi ini sudah bisa terlihat dari kanak-kanak.
Thalasemia (honestdoc.com)
Thalasemia juga dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
- Thalasemia Mayor membutuhkan transfusi darah secara berkala
- Thalasemia intermedia membutuhkan transfusi darah 3/4/6 bulan sekali
- Thlasemia minor memiliki Hb rendah tapi belum sampai butuh transfusi
Baca Juga: Penyebab dan Gejala Penyakit Asma pada Anak
Ciri-ciri Thalasemia
Thalasemia (Freepik.com)
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Thalasemia merupakan salah satu penyebab anemia. Namun tak semua anemia menjadi tanda thalasemia. Ciri dan gejala Thalasemia, yaitu:
- Anemia yaitu 5 L (Lelah, Letih, Lesu, lemah dan lalai).
- Sel darah merah berukuran kecil jika dilihat melalui mikroskop dan memiliki warna yang tidak terlalu merah.
- Pada pasien anak-anak akut tulang wajah akan terlihat menonjol.
- Perut akan terasa mrongkol di sisi kiri karena pembesaran limpa.
Baca Juga: 5 Ciri Penyakit TBC yang Perlu Diwaspadai dan Pencegahannya
Cara Pencegahann Thalasemia
Thalasemia (Freepik.com)
Karena merupakan faktor genetik, maka harus dihindari pernikahan antar kerabat. Selain itu juga bisa dilakukan langkah-langkah berikut:
- Perencanaan kehamilan bagi pasutri untuk melihat nilai hemoglobin dan melihat profil sel darah merah di dalam tubuh mereka.
- Melakukan skrining thalassemia.
- Konsultasi genetik.
- Pemeriksaan prenatal.***
