Kamis, 15 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

BNPB Tekankan Peran Dunia Usaha dalam Mitigasi Bencana

✍️ Ali Majid 🕒 28 Apr 2025 👁️ 8x dibaca
Kegiatan diskusi "Peran Lembaga Usaha dalam Pembelajaran Gempa Lombok" terkait dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 diselenggarakan di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB di Mataram, Minggu (27/4/2025). (Sumber: BNPB)
Kegiatan diskusi "Peran Lembaga Usaha dalam Pembelajaran Gempa Lombok" terkait dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 diselenggarakan di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB di Mataram, Minggu (27/4/2025). (Sumber: BNPB)

Keterlibatan ini dinilai krusial untuk mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas dan ketahanan menghadapi risiko bencana.

Labviral.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam upaya mitigasi bencana.

"Penanggulangan bencana adalah urusan bersama," ujar Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, Minggu (27/4/2025), dikutip dari laman resmi BNPB.

"Dunia usaha perlu hadir, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga saat prabencana melalui berbagai program tanggung jawab sosial," imbuh dia.

Baca Juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025 di NTB Pecahkan Rekor MURI

Keterlibatan ini dinilai krusial untuk mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas dan ketahanan menghadapi risiko bencana.

Pangarso memberi contoh dampak gempa bumi di Lombok Timur pada 5 Agustus 2018. Gempa tersebut menelan banyak korban jiwa serta kerusakan parah pada infrastruktur dan penghidupan masyarakat.

Pangarso menekankan, dunia usaha harus terlibat dalam perencanaan kesiapsiagaan agar ketahanan masyarakat terhadap bencana semakin kuat.

Baca Juga: 7.000 Sekolah di Indonesia Ikuti Simulasi Penanggulangan Bencana

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi menambahkan, dukungan dunia usaha perlu disertai dengan inventarisasi kekuatan yang dimiliki, seperti sumber daya manusia, logistik, dan peralatan.

Ia menilai, mitigasi bencana merupakan bentuk investasi yang jauh lebih efisien dibanding biaya yang harus dikeluarkan saat kondisi darurat.

"Prabencana adalah investasi. Kita perlu menyusun peta kekuatan wilayah berbasis data dunia usaha dan kebutuhan warga terdampak," kata Prasinta.

Di samping itu Prasinta juga menekankan pentingnya sinergi program mitigasi antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk penyusunan dokumen rencana kontingensi.

Ia mengingat, dunia usaha bukan hanya pemberi manfaat, tetapi juga pihak yang rentan terdampak bencana.***

AM
Ali MajidPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update