Busi Motor Cepat Mati? Ternyata Ini Penyebabnya Brother
Salah satu penyebab busi mati adalah karena kerusakan sistem kelistrikan.
LABVIRAL.COM - Busi merupakan komponen yang berfungsi sebagai pemantik api dalam proses pembakaran. Pada umumnya busi bisa dipakai hingga 10.000 km.
Namun, banyak sekali terjadi pada motor busi mati lebih cepat dari biasanya. Bahkan ketika busi sudah diganti dengan yang baru namun masih tetap saja busi cepat mati.
Baca Juga: Yang Gak Pernah Ganti Busi, Siap-siap Deh!
Salah satu penyebab busi mati adalah karena kerusakan sistem kelistrikan. Sehingga percikan api busi yang digunakan tidak maksimal dan busi selalu basah karena sisa bahan bakar tidak terbakar sempurna.
Penyebab lainnya adalah kebocoran kompresi. Kebocoran kompresi ini biasanya disebabkan bocornya bahan bakar dari bibir payung klep.
Kondisi ini menyebabkan campuran bahan bakar dengan udara tidak terkompresi sempurna, bahkan banyak yang terbuang.
Baca Juga: Begini cara Memilih Busi yang Cocok untuk Motormu
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Akibatnya elektroda busi tidak bisa mematikan api dengan sempurna karena dibasahi bahan bakar.
Pemasangan busi yang tidak tepat juga bisa menyebabkan busi cepat mati. Kondisi ini bisa disebabkan karena busi terlalu longgar, alur lubang busi sudah rusak atau aus dan ukuran busi yang tidak tepat.
Busi juga bisa cepat mati karena setelah bahan bakar yang tidak tepat. Campuran bahan bakar yang terlalu kaya akan menjadikan busi cepat mati, karena terlalu banyak tersiram bensin.
Baca Juga: Motor Yamaha FreeGo dan 5 Fakta Si Amazing Matic
Selain itu motor akan menjadi boros.Kamu bisa mengetahui kondisi ini dari melihat warna elektroda busi. jika campuran terlalu kaya busi biasanya selalu basah dan berwarna hitam.
Masalah ini sering kali terjadi di motor yang masih menggunakan sistem konvensional atau karburator.
