Evaluasi Total Munas X: Mayoritas DPD I AMPI Tolak LPJ Jerry Sambuaga, Aceh Desak Permintaan Maaf Terbuka di Forum
Musyawarah Nasional (Munas) X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (29/9/2026), diwarnai gelombang penolakan keras.
Labviral.com – Musyawarah Nasional (Munas) X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (29/9/2026), diwarnai gelombang penolakan keras. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPI periode 2022–2026, Jerry Sambuaga, ditolak oleh sebagian besar pengurus DPD I AMPI se-Indonesia.
Sikap kritis tersebut mencuat dalam sesi Pandangan Umum Daerah yang dihadiri oleh delegasi dari 30 DPD I AMPI aktif serta 8 DPD I berstatus Plt/dalam proses pembentukan.
Perwakilan DPD I AMPI Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Jerry yang dinilai ugal-ugalan dan merusak tatanan organisasi. Sulsel menyoroti ketimpangan prioritas DPP yang dinilai lebih sibuk memoles citra internasional ketimbang membenahi basis kader di tanah air.
"Terjadi praktik permainan Surat Keputusan (SK) dan pengubahan aturan organisasi secara sepihak demi kepentingan pribadi tanpa mengindahkan AD/ART. Walaupun DPP membanggakan keberhasilan mendirikan 16 Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN), faktanya konsolidasi internal DPD di dalam negeri justru terbengkalai dan tidak terurus sama sekali," tegas delegasi DPD I AMPI Sulsel.
Sikap tegas juga disuarakan Ketua DPD I AMPI Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menyatakan menolak penuh LPJ kepengurusan Jerry Sambuaga lantaran mengabaikan eksistensi kader daerah.
- Dinilai Cacat Prosedural dan Tabrak Regulasi, Pengurus DPP Kecewa Penyelenggaraan Munas AMPI Terancam Kehilangan Legitimasi
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
"DPD I NTB menolak LPJ ini. Dalam paparan pertanggungjawaban Ketua Umum, nama NTB dan agenda konsolidasi organisasi di daerah kami bahkan sama sekali tidak tercantum. Ini bukti nyata tidak adanya kepedulian terhadap struktur daerah," seru Ketua DPD I NTB.
Sementara itu, DPD I AMPI Aceh menyoroti carut-marut manajerial internal DPP AMPI, mulai dari pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) hingga empat kali dalam satu periode, hingga absennya Bendahara Umum Kevin Tandra pada forum tertinggi organisasi ini.
Meski sebagian besar daerah menyatakan penolakan penuh, DPD I AMPI Aceh mengajukan opsi penerimaan bersyarat yang sangat ketat: LPJ hanya dapat diterima apabila Jerry Sambuaga secara jantan mengakui kegagalan serta menyampaikan permohonan maaf terbuka langsung di hadapan seluruh peserta Munas.
"Kami menyampaikan kekecewaan mendalam atas buruknya tata kelola organisasi di bawah kendali Jerry Sambuaga. Bagaimana roda organisasi bisa stabil jika posisi Sekjen diganti sampai empat kali? Di forum sepenting ini pun Bendum Kevin Tandra tidak hadir, membuktikan Jerry gagal mengonsolidasikan internalnya sendiri. Karena itu, kami meminta LPJ ini hanya bisa diterima dengan syarat mutlak: Jerry Sambuaga harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh forum Munas atas segala kegagalan manajerialnya," tegas perwakilan DPD I AMPI Aceh.
Penolakan mayoritas DPD I AMPI se-Indonesia serta tuntutan permintaan maaf terbuka dari Aceh menegaskan rapuhnya legitimasi kepemimpinan Jerry Sambuaga di penghujung periodenya. Dinamika ini menempatkan Munas X AMPI pada agenda mendesak untuk merestrukturisasi kepemimpinan nasional demi mengembalikan marwah organisasi.
