Ini Dia Lirik Lagu Ramli Sarip - Petani yang Dinyanyikan Dengan Albert Seah dan Hawk
Lagu Petani ini dinyanyikan oleh seorang penyanyi, penulis lagu, pengaransemen dan produser musik asal Singapura keturunan Melayu yaitu Ramli Sarip.
LABVIRAL.COM- Lagu Petani ini dinyanyikan oleh seorang penyanyi, penulis lagu, pengaransemen dan produser musik asal Singapura keturunan Melayu yaitu Ramli Sarip.
Dirinya dikenal dengan sebutan “Papa Rock” dan “Raja Rock dari Malaysia” selain itu dirinya pun merupakan salah satu pendiri aliran rock di Singapura.
Ramli Sarip adalah orang terdepan dan penyanyi utama pada grup heavy metal-rock yang berbaris di Singapura yaitu Sweet Charity sampai tahun 1986.
Pada lagu Petani ini Ramli Sarip tidak akan bernyanyi sendiri melainkan dengan Albert Seah dan Hawk.
Lagu ini merupakan salah satu single dari salah satu album milik Ramli Sarip yang berjudul “Rentak Hidup”. Album yang berisikan 10 single di dalamnya dini dirilis pada 1 April 2016.
Berikut lirik lagu Ramli Sarip – Petani :
Baca Juga: Lirik Lagu Viral TikTok PinkPatheress - Boy's A Liar Pt. 2 Feat Ice Spice
Aku lebih rela jadi petani
Menyara hidup di sawah padi
Dari menjadi seorang hartawan
Yang dikejar seribu bayangan
Aku lebih rela bermandi lumpur
Yang mengotori kulit tubuhku
Dari dimandikan kepujian
Yang diberi tanpa keikhlasan
Baca Juga: Jodoh Di Tangan Tuhan, Seperti Lirik Lagu Dari Rayola – Usah Salahkan Cinto yang Sad Ending
Biarkan aku menjadi petani
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Hidup di desa sunyi
Dari hidup di tengah kota
Penuh dengan debu-debu dosa
Biarkan aku menjadi petani
Hingga ke akhir hayatku nanti
Dan aku mahu bersemadi di desa
Jauh dari kesibukan kota
Biarkan aku menjadi petani
Hidup di desa sunyi
Dari hidup di tengah kota
Penuh dengan debu-debu dosa
Biarkan aku menjadi petani
Hingga ke akhir hayatku nanti
Dan aku mahu bersemadi di desa
Jauh dari kesibukan kota
Aku lebih rela jadi petani.
