Kabar Duka Panggung Hiburan: Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun Usai Momen Kebersamaan Bersama Sahabat
JAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti panggung seni peran tanah air. Aktor senior Yadi Mulyadi, yang lebih akrab disapa Yadi Timo, mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 16 Oktober 2026, dalam usia 66 tahun. Kepergian aktor yang dikenal lewat berbagai karakter antagonis dan peran berwatak kuat tersebut disebabkan oleh serangan jantung yang datang secara mendadak.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, sosok yang mengawali karier keaktorannya sejak era 1990-an ini diketahui masih sempat berkumpul, bernyanyi, dan bersenda gurau bersama rekan-rekan sejawatnya pada Kamis malam. Namun, tidak lama setelah momen hangat tersebut berakhir, kondisi kesehatannya mendadak menurun drastis hingga akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan, sebelum dinyatakan meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit.
Jenazah almarhum telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Jumat siang. Kepergian aktor yang memiliki rekam jejak panjang di panggung teater, layar lebar, maupun sinetron ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, sahabat teater, hingga para pelaku industri perfilman Indonesia.
Momen Hangat Terakhir Bersama Rekan Sejawat
Keberadaan Yadi Timo pada jam-jam terakhir sebelum kepergiannya menyisakan kenangan manis sekaligus mengharukan bagi para sahabatnya. Menurut penuturan sejumlah kerabat dekat, aktor senior alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut menghadiri sebuah pertemuan kreatif bersama beberapa penulis dan sutradara pada Kamis malam.
Dalam pertemuan tersebut, Yadi Timo terlihat sangat bugar dan penuh aura kegembiraan. Ia bahkan aktif berinteraksi, menyumbangkan ide-ide kreatif untuk proyek film pendek yang sedang dipersiapkan, hingga bernyanyi bersama rekan-rekannya. Tidak ada tanda-tanda fisik yang menunjukkan bahwa sang aktor sedang mengidap gangguan kesehatan serius pada malam itu.
Kegiatan kumpul bareng tersebut berlangsung hangat hingga larut malam. Seusai acara selesai sekitar pukul 22.30 WIB, Yadi Timo berpamitan kepada seluruh rekannya untuk pulang ke kediamannya. Siapa sangka, momen canda tawa malam itu menjadi momen kebersamaan dan tatap muka terakhir sang aktor bersama rekan-rekan sejawatnya di dunia seni peran.
Kronologi Penurunan Kondisi Kesehatan hingga Meninggal Dunia
Kronologi memburuknya kesehatan Yadi Timo bermulai tidak lama setelah ia tiba di rumah dari acara kumpul-kumpul tersebut. Tiba-tiba, ia mengeluhkan rasa sakit yang hebat di area perut serta dada, yang disertai gejala lemas. Pihak keluarga yang melihat kondisi almarhum kian mengkhawatirkan dengan cepat memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, takdir berkata lain. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi fisik Yadi Timo terus melemah hingga ia tak lagi menunjukkan respons napas. Setibanya di ruang gawat darurat, tim medis yang memeriksa mengonfirmasi bahwa Yadi Timo telah mengembuskan napas terakhirnya. Dugaan kuat dari indikasi medis menyebutkan bahwa almarhum mengalami serangan jantung mendadak.
Penulis skenario Joko Nugroho, yang juga merupakan sahabat dekat almarhum, membagikan momen duka ini sekaligus menceritakan kabar yang diterimanya mengenai malam terakhir sang sahabat. Joko menyebutkan bahwa Yadi sejatinya sedang mempersiapkan karya terbarunya di industri film.
"Sedianya Yadi Timo sedang terlibat dalam persiapan sebuah film pendek bersama Sutradara Gita Asmara. Namun Sang pencipta berkehendak lain," ujar Joko.
"Teman-teman yang masih bertemu beliau pada kamis malam menuturkan bahwa kondisi beliau tampak sehat dan bahkan masih bernyanyi dan bercanda bersama," tulis Joko Nugroho.
Ungkapan Belasungkawa dan Doa Sahabat
Kabar meninggalnya Yadi Timo menyebar dengan cepat pada Jumat pagi. Sahabat lamanya sesama seniman, Denpus, mengaku sangat terkejut saat pertama kali menerima warta duka tersebut. Ia mendapatkan kabar bahwa Yadi telah berpulang tak lama setelah menyelesaikan ibadah salat Subuh.
Denpus yang memiliki ikatan emosional kuat sejak masa perkuliahan di IKJ turut mengantarkan almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Dreded, Bogor. Mengenang kebaikan hati almarhum sepanjang hidupnya, Denpus memanjatkan doa terbaik agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.
"Ya doanya semoga almarhum Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya, diterima di sisi Allah yang terindah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketenangan," kata Denpus.
Selain itu, Denpus juga menggarisbawahi mengenai waktu kepergian Yadi Timo yang jatuh pada hari Jumat, hari yang dianggap penuh kebaikan dalam kepercayaan umat Islam.
"Berpulangnya di hari Jumat, hari baik, gitu ya. Dan beliau memang orang baik, semoga khusnul khotimah," ujar Denpus.
Rekam Jejak Karier Yadi Timo di Dunia Seni Peran
Kepergian Yadi Timo membekas dalam pada sejarah seni pertunjukan Indonesia. Lahir dengan nama Yadi Mulyadi, ia mengasah bakat keaktorannya melalui pendidikan formal di Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1988. Dari panggung teater itulah, fondasi seni peran Yadi terbentuk sangat kokoh.
Perjalanan kariernya di dunia profesional dimulai sejak pertengahan era 1990-an. Namanya kian melambung luas ketika ia membintangi layar lebar legendaris Petualangan Sherina (2000), di mana ia berhasil memerankan karakter penculik dengan sangat ikonik. Sejak saat itu, wajahnya hampir tak pernah absen menghiasi berbagai judul film nasional, sinetron hits televisi, hingga FTV.
Di layar kaca, kemampuan aktingnya yang mumpuni membuat Yadi sering dipercaya membawakan peran-peran yang menuntut pendalaman karakter kuat, mulai dari tokoh antagonis yang tegas hingga sosok ayah yang emosional. Pengabdian puluhan tahun di panggung hiburan tanah air menjadikan Yadi Timo sebagai salah satu aktor karakter (character actor) paling dihormati oleh para junior dan sesama rekan profesinya. Selamat jalan Yadi Timo, karya dan dedikasimu akan selalu dikenang.
