Kronologi Penemuan Bocah Delapan Tahun yang Dilaporkan Hilang di Cikarang Utara, Tenggelam di Danau Kedalaman 12 Meter
Tragedi memilukan menyelimuti kawasan pemukiman di Kabupaten Bekasi setelah seorang anak laki-laki berusia delapan tahun yang sebelumnya sempat dikabarkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Korban yang diketahui bernama Haikal Azmi tersebut ditemukan mengambang di sebuah danau buatan. Peristiwa nahas ini sontak menyita perhatian publik luas, khususnya warga setempat yang ikut berpartisipasi dalam operasi pencarian mandiri maupun bersama aparat berwenang sejak korban dilaporkan tidak kunjung pulang ke rumah.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, laporan mengenai hilangnya korban mulai diterima oleh petugas pada Senin dini hari. Pihak kepolisian yang bergerak cepat langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan koordinasi awal serta menyisir titik-titik rawan di sekitar area perumahan. Berdasarkan hasil identifikasi awal serta pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tim Inafis dan medis terhadap jasad korban, dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Insiden tersebut bermula ketika korban dilaporkan pergi meninggalkan rumah untuk bermain di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Menjelang malam hingga pergantian hari, pihak keluarga mulai merasa panik lantaran bocah malang tersebut tidak kunjung menampakkan diri atau kembali ke rumah di Kampung Walahir, Desa Karangraharja. Keluarga bersama para tetangga kemudian berinisiatif melakukan penyisiran mandiri di sekeliling lingkungan perumahan, mengingat lokasi tempat tinggal mereka berdekatan dengan area danau serapan atau danau buatan yang memiliki kedalaman cukup signifikan.
Pencarian yang melibatkan unsur warga, perangkat desa, serta aparat kepolisian sektor setempat berlangsung secara intensif hingga menjelang pagi hari. Titik terang penemuan korban akhirnya muncul tatkala tim pencari menyisir tepian danau menggunakan alat penerangan seadanya. Suasana pencarian yang tegang berubah menjadi jerit tangis histeris ketika salah seorang warga yang ikut serta dalam tim evakuasi melihat kejanggalan di permukaan air danau.
Mengenai detik-detik menegangkan saat jasad korban ditemukan, Husin selaku Ketua RT setempat yang turut terjun langsung dalam operasi pencarian memberikan kesaksiannya di lokasi kejadian.
"Saya bersama tim SAR sedang melakukan pencarian menggunakan senter. Tiba-feira ada riak air dan terlihat wajah almarhum," ujar Husin, Senin dini hari.
Penemuan tersebut terjadi bertepatan dengan detik-detik kumandang azan Subuh berkumandang di wilayah sekitar. Tanpa menunggu waktu lama, jasad korban langsung dievakuasi dari dalam air dan dibawa menuju rumah duka guna disemayamkan sebelum dikebumikan oleh pihak keluarga.
Danau buatan yang menjadi lokasi kejadian diketahui merupakan area serapan air di kawasan perumahan dengan karakteristik kedalaman yang cukup membahayakan, bahkan disebut bisa mencapai belasan meter. Keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan bahwa sebelum kejadian nahas tersebut, korban diduga sempat bermain dan berenang di sekitar area perairan bersama beberapa orang teman sebayanya. Sayangnya, situasi dan kondisi pengawasan yang minim luput dari pantauan orang dewasa, sehingga berujung pada musibah tenggelam yang merenggut nyawa bocah tak berdosa tersebut.
Menanggapi insiden yang merenggut nyawa anak di wilayah hukumnya, aparatur desa setempat langsung menyampaikan imbauan serius kepada seluruh warga masyarakat. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya saat bermain di dekat badan air, sungai, maupun danau buatan yang minim pengamanan fisik.
"Ini kejadian pertama dan jangan sampai terulang lagi. Saya berpesan, mari bersama-sama kita menjaga dan memperhatikan anak-anak kita agar tidak bermain di area danau itu," pungkas Husin seraya menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif di tengah lingkungan warga.
Pihak kepolisian sektor Cikarang Utara bersama jajaran Polres Metro Bekasi terus mendalami insiden ini guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa tercatat secara transparan. Sementara itu, suasana duka yang mendalam masih dirasakan oleh keluarga besar almarhum di Kampung Walahir, di mana para pelayat terus berdatangan silih berganti untuk menyampaikan rasa belasungkawa atas kepergian Haikal Azmi yang begitu cepat. Prosesi pemakaman korban sendiri telah dilangsungkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat dengan diiringi linangan air mata keluarga dan kerabat dekat.
