Kamis, 15 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Menag Nasaruddin Umar Letakkan Batu Pertama Ponpes Istiqlal Internasional di Depok

✍️ Ali Majid 🕒 23 Apr 2025 👁️ 6x dibaca
Menag Nasaruddin Umar di acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia di Cimanggis, Depok, Selasa (22/4/2025). (Sumber: Antara)
Menag Nasaruddin Umar di acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia di Cimanggis, Depok, Selasa (22/4/2025). (Sumber: Antara)

Untuk tahap awal, Ponpes Istiqlal Internasional akan membuka jenjang MTs dan MA dengan total 300 santri, terdiri dari 60 santri MTs ditambah 240 santri MA.

Labviral.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PPIII) di kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, Depok, Selasa (22/4/2025).

PPIII dirancang sebagai pusat pendidikan Islam bertaraf internasional, pindah operasional dari lingkungan Masjid Istiqlal Jakarta.

“Sebetulnya pendaftarnya sudah ada, bahkan sudah ada waiting list dua tahun terakhir,” ujar Nasaruddin.

Untuk tahap awal, pesantren akan membuka jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs, setara SMP) dan Madrasah Aliyah (MA, setara SMA) dengan total 300 santri, terdiri dari 60 santri MTs (30 putra, 30 putri) dan 240 santri MA.

Baca Juga: Imigrasi Saudi Tinjau Layanan Fast Track Makkah Route untuk Jamaah Haji Indonesia 2025

PPIII mengusung pendekatan modern, memadu tradisi keilmuan klasik dan kontemporer, serta menerapkan epistemologi hudhuri (berbasis kehadiran spiritual) dan hushuli (berbasis logika).

“Guru itu bukan hanya personal teacher, tapi juga bisa berasal dari alam semesta. Masjid, pohon, bahkan suasana alam bisa menjadi sumber inspirasi dan ilmu,” kata Nasaruddin.

Baca Juga: Menag Berduka atas Wafatnya Paus Fransiskus

Ke depan, PPIII bakal jadi bagian ekosistem pendidikan UIII, dari jenjang TK hingga S3, dan menampung santri asing, khususnya anak diaspora Indonesia.

“Ada sekitar 6.500 anak diaspora yang ingin belajar agama di Indonesia, karena di Barat tidak ada pendidikan agama seperti ini,” ujar Nasaruddin.***

AM
Ali MajidPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update