Menjelang Kompetisi Utama, Ratusan Pelari Uji Ketahanan di Simulasi II Jakarta Vertical Run 2026
JAKARTA — Ratusan pelari antusias memadati kawasan Menara Autograph Thamrin Nine, Jakarta, untuk berpartisipasi dalam agenda Simulasi II Jakarta Vertical Run 2026 pada Minggu (11/10/2026). Ajang pemanasan ini diselenggarakan sebagai sarana adaptasi teknis serta pengujian rute dan fisik sebelum gelaran utama perlombaan lari tangga gedung pencakar langit tingkat internasional tersebut resmi dihelat pada bulan November mendatang.
Pada kegiatan simulasi tahap kedua ini, sebanyak 200 hingga 250 peserta diberi kesempatan menjajal lintasan tangga darurat gedung setinggi 26 lantai. Kejuaraan ini menyajikan pengalaman yang berbeda dari ajang marathon atau road race pada umumnya, karena menuntut penguatan fisik dan ketahanan tubuh yang lebih spesifik bagi setiap peserta.
Uji Sistem Gelombang dan Catatan Waktu Terbaik
Selain bertujuan untuk memperkenalkan medan kepada para atlet dan penghobi lari, penyelenggara memanfaatkan simulasi ini untuk menguji keandalan sistem pelepasan peserta (wave system). Dalam skenario pelaksanaannya, pelari umum maupun atlet kategori elite pada gelombang awal dilepas satu per satu ke dalam tangga darurat dengan interval jeda waktu selama 15 detik.
Langkah pelepas bergilir tersebut dirancang guna menghindari penumpukan massa di dalam ruang tangga darurat yang relatif terbatas, sekaligus mengoptimalkan kenyamanan serta faktor keselamatan pelari. Hasil impresif tercatat selama rangkaian uji coba berlangsung, di mana peserta tercepat dilaporkan sukses mencapai lantai 26 hanya dalam rentang waktu empat menit.
Pengalaman Peserta: Tantangan Kekuatan dan Pasokan Oksigen
Sensasi serta karakteristik olahraga vertical run dirasakan secara langsung oleh para peserta yang terlibat. Mengingat olahraga ini mengharuskan pelari melawan gravitasi secara konstan di dalam ruang tertutup gedung tinggi, persiapan otot kaki dan kapasitas paru-paru menjadi kunci keberhasilan.
Salah satu peserta yang berhasil menyentuh garis finis di lantai 26 dalam waktu empat menit, Attila Daffa Yaghi, membagikan pengalamannya seusai menjajal simulasi. Ia mengaku butuh penyesuaian khusus lantaran latar belakangnya yang terbiasa berlari di jalan raya (road run).
"Untuk Jakarta Vertical Run, saya lebih fokus ke strength training karena saya biasanya dulu ikut lari di jalanan. Saya tertantang ikut vertical run. Setelah mencoba simulasi 26 lantai. Saya merasa perlu latihan strength seperti squat dan penguatan kaki. Juga harus latihan endurance," ujar Daffa.
Tantangan fisik yang lebih berat juga dirasakan dari sisi sirkulasi udara di dalam gedung. Kondisi ruang tangga darurat menuntut peserta untuk menjaga ritme pernapasan dengan bijak agar tidak cepat mengalami kelelahan ekstrem.
"Apalagi dalam gedung begini, pasti butuh udara atau oksigen lebih banyak lagi. Hari ini baru sampai lantai 26 saja sudah terasa engap, apalagi nanti pada hari H sampai lantai 106, tentu lebih berat lagi," tambah Daffa menyoroti tantangan trek yang akan dihadapi saat perlombaan resmi kelak.
Protokol Medis Ketat dan Pengawasan Keamanan
Mengingat tingginya risiko fisik yang membayangi olahraga lari melintasi tangga gedung berlantai banyak, panitia penyelenggara menerapkan standar medis dan keselamatan yang sangat ketat. Penempatan personel penanganan darurat serta fasilitas medis disiapkan di berbagai titik krusial.
Selama pelaksanaan simulasi, tim marshal disiagakan secara intensif pada setiap lima lantai di sepanjang rute tangga darurat untuk memantau pergerakan para pelari. Tak hanya itu, pihak penyelaras menggandeng RS Jakarta sebagai mitra medis resmi guna menjamin keselamatan serta tindakan cepat bilamana terjadi kedaruratan.
- Hasil Persib vs Cong Viettel: Chemistry Makin Padu, Marc Klok Tegaskan Maung Bandung Siap Tatap Laga Berikutnya
- Wayne Rooney Sebut Lisandro Martinez Nggak Respek ke Teman-Teman Setimnya Usai Wawancara Kontroversial
- Hasil Galatasaray vs Barcelona 1-4: Aksi Lamine Yamal Bungkam Atmosfer 'Neraka' Istanbul
Skenario fasilitas penanganan medis lapangan dikondisikan secara menyeluruh meliputi penyediaan lima unit mobil ambulans, lima tim dokter spesialis dan umum, hingga keterlibatan puluhan perawat serta fisioterapis.
Langkah pencegahan komprehensif ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan pelari seperti kram, kram otot parah, cedera persendian, dehidrasi, hingga kelelahan ekstrem (exhaustion).
"Kami menyiapkan lima ambulans, lima tim dokter, serta tim perawat dan fisioterapis. Karena kegiatannya menaiki tangga, risiko yang harus diantisipasi terutama cedera olahraga," Dokter Adrian Tarigan, dokter RS Jakarta, menjelaskan.
Skala Internasional dan Daya Tarik Wisata Olahraga
Kejuaraan Jakarta Vertical Run 2026 direncanakan bergulir penuh pada 14–15 November 2026 mendatang. Ajang perlombaan ini tidak sekadar ditujukan sebagai ajang kompetisi olahraga biasa, melainkan juga dirancang sebagai bagian dari strategi promosi sport tourism (pariwisata berbasis olahraga) yang didukung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.
Antusiasme peserta masyarakat domestik maupun mancanegara tergolong sangat tinggi. Penyelenggara mencatat akumulasi pendaftaran terus meningkat seiring mendekatinya hari pelaksanaan lomba.
"Peserta di simulasi Minggu ini ada sekitar 200-250 peserta. Nantinya pada saat acara 15 November nanti sudah ada sekitar 800 peserta yang mdaftar dari 20 negara" jelas Elwi sebagai Strategic Head Jakarta Vertical Run.
Event ini juga dijadwalkan bakal diramaikan oleh belasan atlet towerrunning papan atas dunia yang siap bersaing memperebutkan podium. Bagi pelari umum, ajang ini menawarkan sensasi berbeda menaklukkan ratusan hingga jutaan anak tangga sembari menikmati panorama lanskap kota Jakarta secara 360 derajat dari ketinggian puncak gedung.
Selain itu, momen kompetisi lari tangga pertama dengan skala besar di tanah air ini dimanfaatkan oleh panitia untuk merayakan agenda bersejarah Kota Jakarta.
"Karena itu, kami akan menggelar kompetisi lari tangga pertama di Indonesia pada 15 November," Elwi mengatakan. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan kompetisi tersebut turut mengangkat peringatan lima abad Jakarta.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Simulasi II ini, para pelari diharapkan dapat mengevaluasi dan memaksimalkan program latihan mandiri mereka dalam kurun waktu satu bulan ke depan demi menaklukkan puncak Menara Autograph pada bulan November.
