Mitos Seputar Masuk Angin yang Selama Ini Salah, Ini Penjelasan dr Tirta
Ternyata banyak sekali mitos soal kesehatan yang membuat masyarakat Indonesia salah kaprah.
LABVIRAL.COM-Selama ini banyak yang percaya bahwa masuk angin adalah angin yang masuk ke pori-pori kulit atau pusar. Menurut dr. Tirta itu adalah mitos.
Ternyata banyak sekali mitos soal kesehatan yang membuat masyarakat Indonesia salah kaprah.
Salah satunya ya soal masuk angin. Selama ini orang memercayai kalau masuk angin itu disebabkan angin yang masuk ke pori-pori kulit atau pusar.
Kepercayaan itu ternyata mitos, artinya salah. Tak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran secara ilmu medis.
Menurut dr.Tirta Masuk angin itu bisa disebabkan oleh dua hal:
1. Common cold: gejala awal infeksi virus dan bakteri, berupa demam, pegel seluruh tubuh, dan gangguan pencernaan.
2. Dispepsia : produksi asam lambung berlebihan, sehingga rasa kembung, sebah, dan akhirnya sendawa terus terusan.
Dokter yang menekuni bisnis dan menjadi influencer ini mencontohkan situasi di mana seseorang bisa terkena masuk angin.
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Ia mencontohkan semisal motoran malam-malam lalu besoknya masuk angin.
"Itu bukan salah angin malah, tapi daya tahan tubuhmu: buruk
"Ketika di luar kan banyak virus dan bakteri, eh kehirup deh , raya2 influenza yg variannya banyak banget. Kalo daya tahan tubuh bagus, ya aman.
ya jadi salahin imunMu sendiri," ujarnya dalam utas di Twitter @tirta_cipeng soal mitos masuk angin, dikutip Labviral.com, Sabtu (8/7/2023).
Masuk angin bukan disebabkan oleh angin yg masuk ke pori2 kulit / pusar🗿. Mitos itu.
— TIRTA (@tirta_cipeng) July 8, 2023
Masuk angin Bisa berarti 2 hal
1. Common cold : gejala awal infeksi virus dan bakteri, berupa demam, pegel seluruh tubuh, dan gangguan pencernaan
- berlanjut -
dr. Tirta juga menjelaskan ketika ada gejala masuk angin terus setelahnya merasa lega karena kerokan. Menurutnya, itu hanya meredakan gejala pegel linunya. Karena kerokan meningkatan aliran darah ke pembuluh darah kapiler.
Baca Juga: Lahar Dingin Terjang Lumajang, Ini Doa Ketika Terjadi Banjir Bandang
Malah, kata dia, kerokan bisa bahaya dan menyebabkan radang pada kulit atau lecet-lecet jika dilakukan terlalu kencang.***
