Rabu, 04 Nov 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › Bisnis
Bisnis

Pemkab Bogor Buka Lelang Flyover Bomang Desember 2026, Konstruksi Dimulai Awal 2027

✍️ Admin 🕒 04 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Jalan Raya Bojonggede-Kemang
Jalan Raya Bojonggede-Kemang Foto: ANTARAFOTO

BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah progresif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Langkah percepatan ini diwujudkan melalui rencana pelaksanaan lelang dini untuk proyek pembangunan flyover Bojonggede-Kemang (Bomang). Proses pelelangan fisik jalan layang penghubung akses utama tersebut diproyeksikan akan resmi dibuka pada Desember 2026, setelah memperoleh persetujuan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Pembangunan jalan layang ini dirancang sebagai titik krusial dalam menyambungkan kawasan perumahan dan koridor pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor Utara langsung menuju ke pusat pemerintahan daerah di Cibinong. Dengan dimulainya proses lelang pada penghujung tahun, pengerjaan konstruksi di lapangan ditargetkan dapat langsung direalisasikan pada awal tahun 2027 mendatang.

Kepastian Jadwal Lelang dan Target Konstruksi

Kesiapan administrasi dan skema waktu pelaksanaan proyek infrastruktur ini ditegaskan langsung oleh pimpinan daerah Kabupaten Bogor. Pihak pemerintah daerah memastikan bahwa persiapan teknis maupun regulasi pendukung seluruhnya telah berjalan sesuai alur yang direncanakan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pada Desember jika disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor akan melakukan lelang pembangunan.

Dengan dimulainya tahapan lelang pada akhir tahun tersebut, alur waktu pengerjaan proyek dapat dipangkas secara efisien sehingga penandatanganan kontrak kerja sama dengan pihak pemenang tender bisa direalisasikan pada bulan pertama tahun berikutnya.

"Maka flyover Bomang bisa berkontrak di bulan Januari dan proses pembangunan bisa diakhir di Januari atau atau awal Februari 2027," ujar Rudy Selasa, 3 November 2026.

Penyelesaian Tahap Demi Tahap dan Skema Anggaran

Pembangunan jembatan layang Bomang ini merupakan bagian integral dari penataan menyeluruh jalur Bojonggede-Kemang. Sebelum menginjak pada tahap konstruksi flyover, Pemkab Bogor telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan penghubung utama yang terletak di sepanjang koridor Bojonggede-Kemang. Keberadaan infrastruktur pendukung yang sudah terbangun tersebut bakal mempermudah proses integrasi saat flyover rampung dikerjakan secara menyeluruh.

Terlebih, kata Rudy, saat pembangunan flyover Bomang berjalan, dua jembatan yang ada di jalan Bojonggede-Kemang yang sebelumnya dibangun telah rampung dikerjakan.

Dari segi pendanaan, proyek bernilai strategis ini membutuhkan investasi total yang diperkirakan menyentuh angka Rp400 miliar. Guna memastikan akuntabilitas serta menyesuaikan dengan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pelaksanaan konstruksi fisik akan dieksekusi melalui beberapa tahapan bertahap.

Pada pelaksanaan tahap awal, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp190 miliar untuk merampungkan konstruksi satu lajur utama terlebih dahulu. Targetnya, pada penghujung tahun 2027, lajur pertama tersebut sudah dapat beroperasi dan dilintasi kendaraan dari dua arah.

"Kalau flyover sudah terhubung, konektivitas masyarakat di Bogor wilayah utara dengan pusat pemerintahan akan jauh lebih dekat," jelasnya.

Pertimbangan Ekonomi dan Efisiensi Anggaran

Keputusan Pemkab Bogor untuk melakukan lelang dini pada akhir tahun tak hanya didasari oleh urgensi kebutuhan kelancaran lalu lintas semata, tetapi juga memperhitungkan kalkulasi matematis finansial dan dampak ekonomi daerah secara makro.

Pemerintah daerah mengamati bahwa penundaan pekerjaan infrastruktur berpotensi membengkakkan beban pengeluaran di masa depan akibat dinamika harga komoditas material bangunan yang cenderung terus bergejolak dan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, percepatan lelang menjadi langkah antisipatif untuk menekan risiko lonjakan biaya konstruksi.

Rudy menambahkan, pembangunan flyover Bomang secepatnya dibangun karena agar mempercepat kemudahan konektivitas bagi masyarakat. Terlebih, harga material juga jika ditunda akan terus mengalami kenaikan.

"Kalau tidak segera kita mulai, ditunda-tunda semakin lama harga material juga akan semakin naik dan yang terpenting pada saat aksebilitas masyarakat terhubung, maka ekonomi akan bergerak," imbuhnya.

Dukungan Administrasi dan Prospek Pertumbuhan Kawasan

Selain menjamin kesiapan anggaran dan aspek teknis lapangannya, jajaran Pemkab Bogor memberikan perhatian khusus pada legalitas administratif proyek. Hal ini penting agar seluruh rangkaian pembangunan dari proses lelang hingga penyerahan hasil pekerjaan tidak membentur kendala hukum di kemudian hari.

Terkait pembangunan flyover Bomang tersebut, Rudy memastikan, secara administrasi telah disiapkan.

"Yang sudah siap maka secara administratif kita akan laksanakan di bulan Desember yang belum siap kita laksanakan di tahun depan, insyaallah flyover Bomang sudah siap," pungkasnya.

Koridor Jalan Bojonggede-Kemang sendiri diproyeksikan menjadi urat nadi perekonomian baru di Kabupaten Bogor. Jalur ini memotong waktu tempuh warga dari arah Parung, Kemang, dan Bojonggede yang hendak menuju kawasan perkantoran Pemkab Bogor di Pemda Cibinong mau pun stasiun kereta api utama.

Dengan terbangunnya flyover yang melintasi titik persimpangan padat, tundaan perjalanan dan potensi kemacetan parah yang selama ini mengular di wilayah tersebut diharapkan dapat terurai secara signifikan. Peningkatan pergerakan arus barang dan jasa antarwilayah ini pada akhirnya diyakini bakal memacu pertumbuhan pusat-pusat perdagangan baru serta meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Bogor bagian utara.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update