Perbedaan Signifikan Mesin Motor Matic dan Manual, Kuy Simak!
Pada dasarnya sepeda motor yang umum digunakan digolongkan menjadi 2 tipe transmisi yaitu transmisi manual dan transmisi matik.
LABVIRAL.COM- Pada dasarnya sepeda motor yang umum digunakan digolongkan menjadi 2 tipe transmisi yaitu transmisi manual dan transmisi matik.
Pada transmisi manual kamu diharuskan untuk mengoper gigi secara manual ketika mengendarai motor dengan transmisi yang satu ini.
Baca Juga: Nggak Perlu Panik, Periksa Beberapa Komponen Berikut Saat Motor Injeksimu Mogok
Pada motor matik, sistem transmisi yang digunakan menggunakan Continuously Variable Transmission (CVT). Pada motor matik, kamu hanya perlu mengatur tuas gas dan juga rem saja untuk mengendarainya. Sistem inilah yang membedakan dengan motor manual.
Secara sederhana untuk bentuk mesinnya motor manual menggabungkan ruang mesin, transmisi dan kopling menjadi satu. Sedangkan motor matik membagi mesinnya menjadi 2 bagian yaitu bagian mesin dan bagian transmisi dan juga kopling.
Baca Juga: Apa Benar Cuci Motor Bikin Motor Terasa Lebih Enteng? Begini Faktanya
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Dengan adanya perbedaan tersebut motor manual tidak dapat menggunakan oli motor matik. Begitu juga dengan sebaliknya. Sebab, masing-masing oli sudah diproduksi menyesuaikan jenis mesinnya.
Pada motor manual, oli mesin juga digunakan untuk melumasi bagian transmisi dan juga kopling.
Namun tidak untuk motor matik. Oli yang digunakan ada 2. Yang satu digunakan untuk melumasi mesin dan satunya digunakan untuk gearboxnya atau transmisinya. Oli ini juga dikenal dengan oli gardan.
Baca Juga: Radiator Motor Bermasalah? Begini Cara Memeriksanya!
Karena itu motor matik membutuhkan oli khusus untuk mesinnya dan dibedakan untuk bagian transmisinya. Tingkat kekentalan oli yang digunakan pada kedua jenis mesin ini pun biasanya berbeda karena fungsi olinya juga tidak sama antara satu sama lain.
