Senin, 19 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Percepat Infrastruktur Pelosok, Pemprov Jabar Operasikan 18 Mesin Pembuat Beton Portabel

✍️ Admin 🕒 19 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Operasikan 18 Mesin Pembuat Beton Portabel
Operasikan 18 Mesin Pembuat Beton Portabel Foto: Pemprov Jabar

Solusi Praktis Pengadukan Beton Langsung di Titik Proyek

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengerahkan 18 armada khusus berteknologi self loading concrete mixer atau mobile batching plant guna menggeser kendala keterisolasian dan keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan terpencil. Pengadaan unit pembuat beton bergerak ini difungsikan untuk mempercepat pengerjaan serta perbaikan akses jalan yang selama ini sukar dijangkau oleh kendaraan berat penyuplai bahan bangunan konvensional. Langkah ini diambil sebagai respons konkret atas tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat pedalaman yang kerap terkendala oleh rusaknya jalan lintasan desa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengerahan armada kendaraan pencampur beton mandiri ini merupakan wujud nyata percepatan pemenuhan fasilitas dasar bagi masyarakat di daerah terpencil maupun yang sulit dijangkau akses konvensional.

"Ini kan mobil yang diperuntukkan untuk membuat jalan-jalan cor sehingga ngecornya tidak usah lagi di pabrik," ujar Dedi Mulyadi dilansir Humas Jabar, 12 Oktober 2026.

Gubernur juga menggarisbawahi bahwa pembiayaan operasional seluruh armada canggih ini mengandalkan alokasi pendapatan daerah yang berasal langsung dari pembayaran kewajiban para wajib pajak.

"Ini salah satu cara pemerintah mengembalikan uang pajak kepada masyarakat melalui penyediaan fasilitas umum," tuturnya.

Wilayah Prioritas dan Efisiensi Operasional Fleksibel

Penerapan teknologi pengecoran bergerak ini langsung diterapkan pada sejumlah medan proyek infrastruktur jalan lokal di berbagai daerah. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi garapan awal armada ini antara lain kawasan Desa Margamulya yang berlokasi di Kecamatan Pangalengan (Kabupaten Bandung), area Kelurahan Pamoyanan di Kecamatan Cianjur (Kabupaten Cianjur), serta kawasan pemukiman di Desa Dukuh. Titik-titik lokasi tersebut dipilih lantaran memiliki karakteristik jalan sempit serta lintasan yang berliku, sehingga pengiriman campuran beton matang dari pabrik pengolahan pusat (batching plant eksternal) berisiko mengalami pengerasan di jalan akibat durasi perjalanan yang telat.

Keunggulan teknis dari mobile batching plant terletak pada kemampuannya beroperasi secara independen tanpa bergantung pada fasilitas pemrosesan beton stasioner. Unit armada ini dirancang sedemikian rupa sehingga proses pengambilan bahan baku, penimbangan takaran formula, pengadukan campuran, hingga penuangan material cair ke permukaan jalan dapat dituntaskan langsung di lokasi kerja.

Mekanisme pencampuran material tersebut bahkan dapat tetap berlangsung selagi armada berjalan perlahan menuju area pengecoran yang dituju. Skenario ini memangkas waktu tunggu pengiriman semen cor secara signifikan sekaligus menjamin mutunya tetap segar (fresh) saat diratakan ke permukaan jalan.

Detail Spesifikasi dan Fitur Otomatisasi Armada

Dari segi spesifikasi, tiap armada mobile batching plant ini telah dilengkapi dengan komponen pendukung pekerjaan yang terintegrasi secara praktis. Pada bagian depan kendaraan, terpasang sekop pengeruk berukuran besar (front loader bucket) yang berfungsi memuat bahan material seperti agregat kasar, pasir, dan semen tanpa membutuhkan alat bantu wheel loader terpisah.

Begitu material dimasukkan ke dalam tabung pengaduk, sistem penimbangan digital (load cell) berpresisi tinggi yang terkoneksi dengan sensor pintar akan langsung mengukur bobot dan perbandingan material secara otomatis. Penerapan teknologi penimbangan digital ini sangat krusial guna menekan potensi kesalahan rasio adonan akibat kelalaian operasional manusia (human error), sehingga standar kualifikasi daya tahan beton tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, tingkat efisiensi penggunaan sumber daya manusia juga menjadi nilai tambah utama dari pemanfaatan teknologi ini. Keseluruhan tahapan, mulai dari pengerukan bahan dasar, pengontrolan volume air, pemutaran tabung pengaduk, hingga penuangan adonan, dapat dioperasikan penuh oleh seorang operator saja dari dalam kabin kemudi. Pengurangan porsi tenaga kerja kasar ini tidak hanya menekan biaya operasional harian proyek, tetapi juga mempercepat ritme pengerjaan di lapangan secara keseluruhan.

Strategi Jangka Panjang dan Tantangan Lapangan

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat menilai keberadaan 18 unit alat pengecor bergerak ini sebagai solusi strategis atas hambatan geografis di berbagai pelosok. Kendati demikian, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Agung, mengingatkan bahwa optimalisasi dan efektivitas hasil pekerjaan di lapangan tetap sangat ditentukan oleh perencanaan teknis yang terukur.

"Proses pengadukan material dapat dilakukan di jalan sembari unit bergerak menuju lokasi pengecoran. Hal ini memangkas waktu tunggu pengiriman beton dari batching plant eksternal," ujar Agung, Senin (12/10/2026).

Agung juga menambahkan pertimbangan lain terkait koordinasi penggunaan alat tersebut di tingkat daerah agar tidak menumpuk pada satu titik wilayah saja. Kesiapan pasokan bahan baku lokal yang memenuhi syarat uji mutu, aksesibilitas lebar jalan untuk lalu lalang unit, hingga penjadwalan peminjaman armada antar-wilayah kabupaten/kota menjadi faktor penting agar keberadaan 18 unit mesin portabel ini memberikan dampak yang merata.

Melalui terobosan dan efisiensi teknologi pengecoran ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis keterisolasian wilayah desa terpencil dapat segera terurai secara bertahap. Akses jalan desa yang mulus dan kokoh diproyeksikan bakal mendongkrak konektivitas ekonomi warga pedesaan, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses layanan kesehatan maupun pendidikan di pelosok Jawa Barat.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update