Shaken Baby Syndrome, Wajib Ketahui Penyebab dan Gejalanya
Shaken baby syndrome adalah kumpulan gejala pada bayi yang mendapat guncangan terlalu keras di bagian kepalanya
LABVIRAL.COM - Saat masih berumur dibawah enam bulan, bayi memiliki otak yang masih lunak, otot leher yang lemah, dan pembuluh darah yang tipis. Benturan atau goncangan pada kepala bayi dalam usia tersebut dapat memicu shaken baby syndrome.
Shaken baby syndrome adalah kumpulan gejala pada bayi yang mendapat guncangan terlalu keras di bagian kepalanya. Sindrom yang terjadi dapat meliputi:
- Pendarahan retina mata
- Pembengkakan otak
- Pendarahan otak.
Baca Juga: Bumil Sering Konsumsi Makanan Manis, Lihat Efeknya pada Bayi
Penyebab shaken baby syndrom dan gejalanya
Saat bayi mendapatkan guncangan yang kuat, contohnya diayun-ayunkan pada bagian bahu ke atas atau dilempar ke udara saat diajak bermain, maka bayi lebih rentan mengidap shaken baby syndrom. Sebabnya, leher bayi belum bisa menyanggah kepalanya dengan baik, maka kepalanya terhentak ke depan dan belakang dengan cepat. Sehingga otaknya yang masih lunak dapat bergeser, cidera, atau saraf dalam otaknya robek.
Saat cidera pada bagian otak dan sekitarnya pada bayi terjadi karena guncangan tersebut maka bayi akan mengidap shaken baby syndrome. Kondisi sindrom ini beragam dari bayi dapat langsung koma, pingsan, lemas, hingga kesakitan.
Gejala shaken baby syndrome yang mungkin timbul pada bayi bisa beragam, tapi jika masih dalam kondisi sindrom normal maka biasanya bayi akan:
- Rewel.
- Muntah.
- Kulit pucat atau kebiruan.
- Terlihat lemas dan mengantuk setiap saat.
- Tremor.
- Mengalami gangguan saat bernapas.
- Tidak nafsu makan.
Baca Juga: 3 Bahaya Pernikahan Dini Bagi Ibu dan Bayi
- Hari ke-3, PFI Sampaikan Terima Kasih kepada Tim SAR Gabungan dan Minta Perluasan Pencarian ke Pulau-Pulau di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Ustadz Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi, Ajak Keluarga Menenangkan Hati dan Menyiapkan Generasi Islam
- Tren Peluang Bisnis Rumahan 2026, Modal Minim dengan Berdaya Saing Tinggi
Saat terhentak guncangan dan mendapati bayi mengalami gejala diatas, maka sebaiknya dibawa ke IGD segera. Gejala diatas bukan hal remeh. Bayi butuh bantuan dokter segera agar shaken baby syndrome tidak menyebar luas.
Jika tidak ditangani dengan baik, bayi mungkin dapat mengalami kerusakan otak permanen dengan efek jangka panjang. Efek jangka panjang shaken baby syndrome dapat berupa keterlambatan pada proses tumbuh kembang, gangguan penglihatan dan pendengaran, hingga kesulitan untuk belajar.
Baca Juga: Bahaya! Ini Alasan Dilarang Bawa Bayi Naik Motor
Tips menenangkan bayi dengan aman
Keamanan dan kenyamanan saat menenangkan bayi jadi kunci utama perawatan bayi agar tidak mengidap shaken baby syndrom. Berikut tips menenangkan bayi yang aman.
- Lakukan metode skin to skin.
- Gendong bayi dengan penuh kasih, sembari mengusap-usap punggungnya dengan lembut.
- Berikan mainan yang disukai.
- Bedong bayi jika usianya belum 2 bulan, agar ia merasa lebih nyaman. Tapi jangan membedong bayi terlalu kencang.
- Nyanyikan lagu yang enak didengar untuknya.
- Putarkan suara yang menenangkan, misalnya suara rekaman kicauan burung.
Baca Juga: Bayi Terkena Biang Keringat, Mungkin Ini Penyebabnya!
Demikian itu penjelasan shaken baby syndrome. Semoga bermanfaat. Yuk, kita terapkan pola asuh yang tepat kepada anak.***
