Kamis, 15 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Waduh, Kemenkes Punya PR Besar, Usai Gagal Ginjal Akut, Kini Angka Diabetes Melambung

✍️ Zahwa Elia Azzahra 🕒 06 Jun 2023 👁️ 8x dibaca
Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, AA LANyalla Mahmud Mattalitti (Sumber : Dok. DPD RI)
Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, AA LANyalla Mahmud Mattalitti (Sumber : Dok. DPD RI) Foto: Dok. DPD RI Dok. DPD RI

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan mengambil tindakan cepat agar jumlah penderita diabetes tidak semakin bertambah.

LABVIRAL.COM - Setelah kasus penyakit gagal ginjal menyerang anak-anak, kini ancaman terbaru adalah penyakit diabetes. Prevalensi anak penyandang diabetes meningkat 70 persen dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sejak 2010.

Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) saat ini tercatat ada 1.645 anak penyandang diabetes di 13 rumah sakit di kota besar.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan mengambil tindakan cepat agar jumlah penderita tidak semakin bertambah.

Baca Juga: Daftar Bengkel Motor Buka 24 Jam di Wilayah Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Menurut LaNyalla, tingginya anak yang hidup dengan penyakit dapat mengancam kualitas sumber daya manusia ke depan.

"Anak-anak kita ini merupakan generasi penerus menuju target Indonesia emas. Kita memerlukan generasi yang berkualitas, yang tentunya sehat secara lahir dan batin," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2023).

Baca Juga: Berapa Lama Kucing Hamil dan Tahapan Kehamilan yang Perlu Diketahui

Karena itulah, LaNyalla menekankan pentingnya penanganan preventif terhadap bahaya diabetes melitus anak. Langkah yang bisa diambil, dengan cara edukasi terhadap para orangtua.

"Di sinilah perlunya melibatkan orangtua agar dalam lingkungan terkecilnya yaitu keluarga dapat menerapkan pola hidup sehat. Ketidaktahuan orang tua akan bahaya diabetes melitus anak, menurut saya terjadi karena kurangnya edukasi dan sosialiasi," tuturnya.

Di sisi lain, Senator asal Jawa Timur itu juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai belum komprehensif dan menyeluruh dalam membebaskan anak-anak dari penyakit yang berisiko berat. Diantaranya maraknya minuman dengan pemanis buatan yang bisa menjadi pemicu.

Baca Juga: Daftar Bengkel Motor Buka 24 Jam di Wilayah Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

"Untuk mewujudkan Indonesia sehat memang harus dengan kebijakan menyeluruh. Selain edukasi dan sosialisasi, harus ada pembatasan pula terhadap sumber-sumber penyebabnya," papar dia.***

ZA
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update