Senin, 02 Nov 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Waspada! Pemprov DKI Bongkar Deretan Modus Hoaks Terbanyak dari Undangan Palsu hingga Penipuan Bansos

✍️ Admin 🕒 02 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Pemprov DKI mengungkap sejumlah modus hoaks yang banyak beredar, yakni undangan palsu hingga mencatut nama pejabat untuk menipu.
Pemprov DKI mengungkap sejumlah modus hoaks yang banyak beredar, yakni undangan palsu hingga mencatut nama pejabat untuk menipu. Foto: detik.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi membongkar deretan modus berita bohong atau hoaks yang paling sering mendominasi ruang digital dan meresahkan masyarakat di wilayah Ibu Kota. Berdasarkan hasil pemetaan serta koordinasi lintas sektor yang dilakukan instansi berwenang, ragam kejahatan siber berkedok penipuan daring tercatat menempati posisi teratas sebagai sebaran disinformasi yang paling banyak memakan korban. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen warga agar tidak terjebak dalam perangkap sindikat pembuat informasi palsu yang kian hari semakin canggih mengecoh psikologi korban.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, membeberkan bahwa kategori kejahatan siber yang paling mendominasi saat ini meliputi pengiriman file APK berkedok undangan digital palsu, teknik phishing untuk meretas data pribadi, hingga aksi pencatutan nama pejabat publik demi meyakinkan target. Para pelaku kejahatan memanfaatkan kelengahan pengguna gawai dengan menyamar menjadi instansi resmi atau tokoh penting, sehingga korban terkecoh untuk mengeklik tautan berbahaya yang berujung pada pembobolan rekening bank maupun pencurian identitas digital secara masif.

Selain aksi penipuan personal berbasis teknologi tersebut, gelombang disinformasi di Jakarta juga terpusat pada manipulasi kebijakan serta program-program strategis milik pemerintah. Marulina menjelaskan bahwa kategori kedua yang tak kalah marak disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab adalah berita bohong seputar bantuan sosial (bansos), layanan kesehatan publik, hingga informasi darurat terkait kebencanaan. Isu-isu sensitif yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini sengaja dipelintir untuk menciptakan kepanikan, disandarkan pada momentum tertentu, atau dipakai sebagai alat pengelabuan demi meraup keuntungan pribadi secara ilegal dari masyarakat yang kurang informasi.

Menghadapi masifnya ancaman disinformasi ini, Pemprov DKI Jakarta tidak tinggal diam dan memilih untuk mengambil langkah taktis berbasis kolaborasi sosial yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat akar rumput. Pemerintah daerah mengoptimalkan peran pilar-pilar wilayah mulai dari tingkat kelurahan, pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), hingga posyandu untuk memperketat diseminasi informasi resmi sekaligus mengedukasi warga agar mampu mengenali ciri-ciri berita palsu secara dini. Pendekatan kultural dan personal ini dinilai jauh lebih efektif untuk meredam kepanikan komunal yang kerap dipicu oleh sebaran hoaks berantai di aplikasi percakapan instan.

Sebagai langkah inovatif dalam memperluas jangkauan edukasi literasi digital, Pemprov DKI Jakarta turut menggandeng generasi muda melalui peluncuran program Duta Antihoaks. Program ini melibatkan ratusan pelajar tingkat SLTA terpilih dari berbagai sekolah di penjuru Jakarta untuk bertindak sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui kehadiran para agen perubahan muda ini, pola komunikasi penyuluhan antihoaks dikemas dengan pendekatan yang segar, kreatif, serta jauh dari kesan birokratis kaku (government style).

Lebih lanjut, pihak Diskominfotik DKI Jakarta menegaskan pentingnya peran anak-anak muda tersebut dalam menjembatani penyampaian pesan pencegahan hoaks agar lebih mudah diterima oleh kelompok sebaya maupun masyarakat luas secara umum.

"Nah, dengan adanya adik-adik Duta Antihoaks nanti satu tahun ke depan, mereka menjadi partner dari kami. Kenapa? Karena gaya bicaranya itu tidak lagi seperti gaya government style, tetapi gaya anak muda yang kami yakin mudah untuk diterima oleh masyarakat pada umumnya," tutur Marulina.

Melalui sinergi komprehensif antara penguatan pengawasan siber, optimalisasi fungsi posko informasi di tingkat lokal, hingga pelibatan duta muda antihoaks, Pemprov DKI optimistis ketahanan digital masyarakat Ibu Kota akan semakin tangguh dalam menangkal berbagai bentuk ancaman penipuan digital di masa mendatang.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update