Selasa, 27 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Dampak Karhutla Kalteng: 16 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Batal Akibat Kabut Asap

✍️ Admin 🕒 27 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Foto: istimewa

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah kian mengkhawatirkan dan berdampak luas pada sektor transportasi udara. Sebanyak 16 jadwal penerbangan domestik di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, terpaksa harus dibatalkan pada Senin (26/10). Langkah darurat ini diambil setelah kondisi cuaca memburuk dan jarak pandang di kawasan bandara mengalami penurunan drastis akibat pekatnya kabut asap yang belum juga usai.

Berdasarkan data operasional dari pihak pengelola bandara, pembatalan massal tersebut mencakup dua arah rute perjalanan udara. Rinciannya, 16 penerbangan yang batal tersebut terdiri atas delapan jadwal penerbangan kedatangan dan delapan jadwal penerbangan keberangkatan. Penurunan jarak pandang yang signifikan membuat maskapai tidak dapat mengambil risiko untuk mendarat maupun lepas landas demi keselamatan para penumpang serta kru pesawat.

Kondisi ini menambah daftar panjang lumpuhnya aktivitas transportasi udara di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut akibat bencana ekologis musiman. Kabut asap tebal yang terus mengepung kawasan bandara tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat yang hendak bepergian keluar daerah, tetapi juga memicu kerugian ekonomi serta ketidakpastian jadwal bagi para pengguna jasa aviasi.

Pihak otoritas bandara bersama instansi terkait terus memantau pergerakan arah angin serta tingkat ketebalan kabut asap dari jam ke jam. Pengelola mengimbau kepada seluruh calon penumpang yang terdampak untuk senantiasa memperbarui informasi penerbangan langsung melalui maskapai masing-masing guna mengantisipasi perubahan jadwal mendadak.

"Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal selama kabut asap masih mengganggu aktivitas penerbangan," pungkasnya.

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di titik-titik hot spot sekitar wilayah Kalimantan Tengah terus digencarkan oleh satuan tugas gabungan. Kendati demikian, faktor cuaca serta luasnya area yang terbakar membuat pemulihan kualitas udara memerlukan waktu dan kerja keras ekstra. Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan setempat juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengenakan masker guna menghindari ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan polusi asap yang pekat.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update