Jalan Pemuda Rawamangun Rusak dan Gelap Gulita, Gubernur Pramono Anung Instruksikan Dinas Bina Marga Perbaiki Cepat
Kawasan koridor Jalan Pemuda, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah keluhan masyarakat mengenai buruknya fasilitas infrastruktur jalan dan minimnya penerangan viral di berbagai platform media sosial. Menanggapi keresahan yang disuarakan oleh warganet dan pengendara yang melintas setiap hari, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung bergerak cepat dengan memerintahkan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta untuk segera turun tangan melakukan penanganan serta perbaikan secara komprehensif di kawasan tersebut.
Sorotan utama dari para pengguna jalan berfokus pada kondisi fisik permukaan aspal yang tidak rata serta hilangnya fungsi lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang kedua arah jalur tersebut. Berdasarkan penelusuran dari narasi yang beredar di dunia maya, kerusakan permukaan jalan ini disinyalir kuat berkaitan langsung dengan dampak sisa pekerjaan konstruksi proyek pembangunan infrastruktur massal, yakni Light Rail Transit (LRT) Jakarta yang melintasi kawasan strategis di Jakarta Timur ini. Kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang tentu menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara, khususnya para pengendara sepeda motor yang harus melintasi kawasan itu pada malam hari dalam situasi yang minim pencahayaan.
Menanggapi laporan dan aduan masyarakat yang kian meluas, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan instruksi tegas kepada jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Saat memberikan keterangan pers di sela-sela agenda peninjauannya di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat, 30 Oktober 2026, Gubernur menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur serta fasilitas penerangan menjadi prioritas yang mendesak untuk diselesaikan demi kenyamanan warga.
"Saya minta Bina Marga untuk menindaklanjuti, termasuk penerangan di Jalan Pemuda," ujar Pramono di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).
Pernyataan serupa juga dipertegas kembali oleh Gubernur saat beliau merinci rencana penataan kawasan koridor jalan protokol tersebut. Proyek penataan keindahan visual kota atau penambahan estetika kawasan serta optimalisasi fasilitas penerangan di koridor Jalan Pemuda sejatinya memang telah masuk dalam agenda perencanaan program pembangunan daerah. Dengan adanya desakan dari keluhan publik yang viral ini, eksekusi di lapangan dipastikan akan langsung dikebut dalam waktu dekat agar tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas bagi warga kota.
Lebih lanjut, keresahan warga di media sosial, salah satunya diungkapkan melalui akun Instagram @ijoeel, menggambarkan betapa krusialnya situasi di lapangan. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa koridor utama tersebut sudah berada dalam kondisi gelap gulita di kedua arahnya selama lebih dari dua bulan terakhir. Situasi ini tidak hanya memicu kekhawatiran terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kontur jalan yang rusak dan bergelombang, tetapi juga meningkatkan potensi kerawanan tindak kriminalitas, seperti aksi kejahatan jalanan atau pembegalan di tengah malam ketika arus lalu lintas mulai sepi.
Titik-titik krusial yang dikeluhkan tidak hanya terpusat pada jalur utama Rawamangun saja, melainkan turut merembet ke sejumlah akses penunjang di sekitarnya. Jalur penghubung yang mengarah dari kawasan sekitar Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menuju ke arah Utan Kayu, Rawamangun, juga dilaporkan mengalami kondisi serupa. Para civitas akademika, mahasiswa, serta pekerja kantoran yang sering beraktivitas hingga larut malam di kawasan pendidikan dan komersial tersebut merasa cemas atas ancaman keselamatan yang ditimbulkan oleh minimnya lampu penerangan jalan.
Dengan adanya perintah langsung dari orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini, masyarakat, khususnya para pengguna harian Jalan Pemuda, menaruh harapan besar agar Dinas Bina Marga dapat segera merealisasikan perbaikan aspal yang bergelombang serta memulihkan fungsi penerangan jalan umum secara tuntas. Langkah cepat ini dinilai sangat penting tidak hanya untuk memulihkan kenyamanan mobilitas warga Jakarta Timur, tetapi juga untuk mengembalikan rasa aman dari ancaman kecelakaan dan kriminalitas jalanan.
