Sabtu, 24 Okt 2026 BisnisHypeInfografisMomNews
Beranda › News
News

Kondisi BYD Ringsek Usai Lindas Ojol dan Tabrak 4 Mobil di Panglima Polim

✍️ Admin 🕒 24 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Mobil listrik BYD menabrak 4 mobil dan melindas pengemudi ojol diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Mobil listrik BYD menabrak 4 mobil dan melindas pengemudi ojol diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan. Foto: detik.com

JAKARTA — Sebuah mobil listrik tipe BYD bernomor polisi B-1220-KDP yang memicu insiden kecelakaan beruntun hingga melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini resmi diamankan oleh aparat kepolisian. Kendaraan taktis ramah lingkungan berwarna putih tersebut ditempatkan di area parkir Markas Polres Metro Jakarta Selatan guna kepentingan penyidikan lanjutan.

Berdasarkan pemantauan di lokasi penyitaan, kendaraan SUV listrik tersebut mengalami keruksakan fisik yang cukup parah di beberapa sisi utama. Ringsek paling signifikan terlihat menyasar area kap depan yang tertekuk dan penyok secara dramatis. Dudukan pelat nomor bagian depan ikut hancur terlepas dari posisinya. Selain itu, guratan goresan membentang dari fascia depan hingga sisi kiri bodi mobil, lengkap dengan komponen fender yang nyaris tanggal dari rangka utama.

Tidak hanya kendaraan BYD, satu unit mobil Honda Brio berwarna putih yang turut menjadi korban dalam rentetan tabrakan maut tersebut juga tampak terparkir berdekatan di pelataran markas kepolisian. Sisi kiri belakang Honda Brio tersebut mengalami kerusakan berat berupa lekukan penyok akibat benturan keras saat insiden berlangsung di jalan raya.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada Jumat sore (23/10/2026) sekitar pukul 16.48 WIB. Pengemudi kendaraan listrik tersebut diidentifikasi sebagai seorang pria berinisial S (46). Aksi tak terkendali kendaraan ini memicu kepanikan warga sekitar kawasan bisnis Blok M serta pengguna jalan yang tengah melintas menjelang jam pulang kerja.

Dampak dari insiden ini sangat fatal bagi seorang pengemudi ojek online berinisial HS (56). Korban menderita cedera berat berupa patah tulang pada bagian kaki kiri serta luka serut di sejumlah titik tubuhnya setelah sepeda motor yang dikendarainya disundul dan tubuhnya sempat terlindas oleh laju mobil BYD. Warga dan petugas di lokasi segera melarikan korban menuju Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, guna memperoleh perawatan medis darurat.

Rangkaian kronologi kejadian bermula ketika mobil BYD yang dikemudikan S tengah melaju dari arah selatan menuju utara di lintasan Jalan Panglima Polim. Tanpa diduga, laju kendaraan mendadak tak terkendali lalu menyundul bagian belakang mobil Honda Brio yang berjalan searah di depannya. Benturan pertama tersebut membuat mobil listrik oleng ke arah kiri jalan.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai oleh pengemudi ojol HS berada persis di sisi kiri. Rekaman kamera pengawas (dashcam) memperlihatkan momen mencekam ketika korban sempat menoleh ke belakang saat roda dua miliknya tersenggol. Namun, laju BYD yang tidak berkurang membuat korban terjatuh ke atas aspal hingga akhirnya tubuhnya terhimpit dan terlindas di antara sasis mobil.

Bukannya langsung berhenti, laju mobil listrik tersebut justru terus merangsek ke depan. Kendaraan kembali menyenggol satu unit mobil listrik lain yang tengah berhenti di bahu jalan. Tak berhenti di situ, mobil BYD melompat naik ke atas trotoar pejalan kaki sebelum akhirnya menabrak dua unit mobil lainnya yang sedang dalam posisi terparkir. Laju kendaraan baru benar-benar terhenti setelah menghantam pembatas di area tersebut.

Melihat kejadian tragis tersebut, massa dan pengemudi ojol lain yang berada di sekitar kawasan Blok M langsung mengepung lokasi. Sopir mobil BYD sempat berupaya dimassa oleh warga yang emosional sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian. Pria berinisial S beserta unit kendaraan yang dibawanya langsung digiring ke Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kepolisian Republik Indonesia melalui Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya membenarkan adanya insiden tabrakan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan ini. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan medis korban cedera menjadi prioritas utama penanganan awal di lapangan.

Mengenai kondisi korban saat ditangani di fasilitas kesehatan, Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Kharisma Arbita Bangsa memberikan keterangan resmi.

"Korban mengalami luka pada kaki kiri patah, dan lecet-lecet. Mendapat perawatan di RS Fatmawati," ujarnya.

Proses penegakan hukum terhadap pengemudi berinisial S saat ini masih terus berjalan. Penyidik kepolisian sedang mengumpulkan bukti-bukti teknis di lapangan, meminta keterangan saksi mata, serta memeriksa kondisi fisik maupun psikologis pengemudi guna memastikan apakah ada unsur kelalaian, kegagalan sistem pengereman, atau faktor kecelakaan lainnya.

Hingga kini, pihak kepolisian belum menetapkan status hukum final bagi pengemudi maupun menyimpulkan pemicu utama kecelakaan beruntun tersebut. Polisi masih fokus mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi serta memeriksa kelayakan teknis dari kendaraan listrik yang bersangkutan.

Mengenai penyebab pasti terjadinya kecelakaan beruntun tersebut, pihak kepolisian menyatakan saat ini masih melakukan pendalaman.

"Dugaan sementara penyebab kecelakaan dalam proses penyelidikan," pungkas Kharisma.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update